Badan Pengawas Obat Dan Makanan

Dua versi vaksin yang masuk dalam daftar EUL tersebut diluncurkan melalui program kerja sama COVAX dan diproduksi oleh AstraZeneca-SKBio serta Serum Institute di India. Kementerian Kesehatan selaku pelaksana program vaksinasi nasional akan mulai distribusi vaksin AstraZeneca paling lambat senin minggu depan agar segera kita dapat mempercepat program vaksinasi. Kelanjutan vaksinasi Covid-19 dengan Vaksin AstraZeneca ini, ungkap Dandel, akan menunggu hasil pemantauan ini. Sekadar diketahui bahwa telah ada 4.622 orang pelayan publik yang mendapat suntikan vaksin AstraZeneca.

Vaksin Sinovac berisi virus inaktif, artinya tidak bisa menginfeksi dan memperbanyak diri. Sedangkan, vaksin AstraZeneca berisi Adenovirus yang tidak memperbanyak diri, namun membawa materi genetik SARS-Cov-2. Tak jarang kita menjumpai orang pura-pura sakit dengan berbagai motivasi tertentu. Teori sindrom anak tunggal meyakini bahwa anak tunggal dimanja karena terbiasa mendapatkan apapun yang diinginkan dari orang tua. Indonesiabaik.id – Majelis Ulama Indonesia telah menetapkan fatwa dibolehkan menggunakan vaksin AstraZeneca untuk vaksinasi COVID-19.

Apakah vaksin Astrazeneca berbahaya

VIVA – Ketua Satuan Gugus Tugas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia , Prof. Zubairi Djoerban menegaskan bahwa pemakaian vaksin COVID-19 AstraZeneca tidak ditujukan bagi masyarakat berusia di bawah 30 tahun. Hal itu berkaitan dengan kejadian pembekuan darah di Inggris yang memicu kematian. Merespons hal tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan selaku instansi yang memberikan izin penggunaan vaksin Covid-19 di Indonesia melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Pada Rabu, pejabat kesehatan Denmark mengumumkan keputusan untuk berhenti menggunakan vaksin Astrazeneca. Penghentian diambil karena “kemungkinan hubungan antara kasus yang sangat jarang dari pembekuan darah yang tidak biasa, pendarahan, jumlah trombosit darah rendah” dan vaksin,. Sementara itu, pihak berwenang mengatakan mereka tidak memiliki rencana untuk menambahkan vaksin satu dosis Johnson & Johnson (J&J) ke program imunisasinya.

Kemudian, EMA menyatakan bahwa tidak ada indikasi penyuntikan vaksin dapat menyebabkan pembekuan darah. “Tentunya 1,1 juta dosis vaksin yang sudah kita terima ini harus kita prioritaskan pada tempat-tempat di mana sebelum masa shelf life-nya habis,” ujarnya. Untuk analisa pada aspek mutu, Badan POM melakukan uji mutu berupa uji sterilitas dan toksisitas vaksin AstraZeneca pada nomor bets yang terkait dengan dugaan menimbulkan KIPI, yaitu nomor batch CTMAV 547. Pada kasus yang tergolong jarang terjadi, orang yang disuntikkan vaksin AstraZeneca mengalami efek samping selain yang disebutkan di atas, termasuk muntah, diare, dan penggumpalan darah. EMA dan WHO pun menyebutkan bahwa manfaat dari vaksin AstraZeneca untuk mencegah COVID-19 masih lebih besar daripada risiko efek sampingnya. Jadi, meski tetap perlu waspada terhadap terjadinya efek samping atau KIPI, masyarakat diimbau untuk tidak menolak vaksin COVID-19, termasuk vaksin AstraZeneca.

Anda bisa menanyakan langsung dengan dokter di layanan fasilitas kesehatan terdekat. Dalam uji coba lebih kecil yang dilakukan di Afrika Selatan, di mana varian B.1.351 sangat lazim, vaksin ditemukan 60% efektif di antara 94% peserta uji coba yang HIV-negatif, dan 49% efektif secara keseluruhan. Badan Pengatur Produk Kesehatan dan Obat-obatan Inggris , mengatakan, orang-orang di Inggris harus tetap pergi ke layanan kesehatan untuk mendapatkan vaksin COVID-19 ketika diminta. “Saat ini tidak ada indikasi bahwa vaksinasi menyebabkan kondisi ini ,” kata EMA.

Dari situ, tubuh dapat membuat antibodi untuk melawan infeksi virus Covid-19 yang masuk ke tubuh di kemudian hari. Inggris memberikan izin darurat penggunaan vaksin AstraZeneca yang unsur aktifnya disebut AZD 1222. Berbeda dengan dua vaksin yang pertama mendapat izin, vaksin buatan perusahaan Inggris/Swedia ini adalah vaksin vektor yang dikembangkan dari virus flu simpanse yang dilemahkan.

Vaksin COVID-19 AstraZeneca bekerja dengan cara merangsang tubuh untuk membentuk antibodi yang dapat melawan infeksi virus SARS-CoV-2. Setelah melalui beberapa fase uji klinis, disimpulkan bahwa efektifitas vaksin AstraZeneca untuk melawan penyakit COVID-19 mencapai 63–75%. Belum diketahui secara pasti efek interaksi vaksin AstraZeneca bila digunakan bersama dengan obat, suplemen, atau produk natural tertentu. Agar aman, beri tahu dokter sebelum vaksinasi jika Anda sedang menggunakan obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.

MUI pun meminta pemerintah terus mengikhtiarkan ketersediaan vaksin COVID-19 yang halal dan suci serta mewajibkan umat Islam berpartisipasi dalam program vaksinasi COVID-19 yang dilaksanakan pemerintah. Presiden Prancis Emmanuel Macron menjelaskan Prancis juga akan memberhentikan sementara penggunaan vaksin AstraZeneca. Penangguhan ini dilakukan sampai otoritas kesehatan Eropa, EMA, dapat meninjau vaksin tersebut lebih lanjut. Tak hanya Prancis, Slovenia, Spanyol, dan Portugal pun ikut menghentikan vaksinasi AstraZeneca.

EMA menyatakan tidak akan mengubah rekomendasinya tentang penggunaan vaksin AstraZeneca dan juga tidak memberlakukan batasan usia seperti yang dilakukan di negara-negara tertentu. Straus mengatakan tidak menduga efek samping tersebut karena vaksin telah diluncurkan dalam skala besar. “Apa yang kami coba lakukan adalah memberikan semua informasi yang tersedia baik manfaat maupun risikonya,” ujarnya.

Video memperlihatkan seseorang disuntik jarum kosong mendadak viral di media sosial. Badan Pengawasan Obat dan Makanan menyampaikan vaksin AstraZeneca aman dan dapat ditoleransi, berdasarkan hasil tinjauan ulang yang dilaksanakan di Indonesia. Tapi, tahukah Anda bahwa efek samping yang ditimbulkan vaksin Covid-19 buatan China itu ternyata lebih ringan dibandingkan dua rivalnya. Suntikan vaksin AstraZeneca direkomendasikan berjarak minggu, sementara Sinovac dua minggu saja (untuk usia tahun).